Loading...

Senin, 17 Desember 2012

Mengenal Tokoh



H. Oesmany Al-Hamidi, MA 
Pendiri PTDI

Beliau lahir di aceh bulan september 1913. Masa mudanya dipergunakan untuk menuntut ilmu di Timur Tengah dan Pakistan. Sebagai Pemuda yang Cinta Tanah Air beliau ikut bergabung mengusir penjajah Belanda dan kemudian aktif di Corp Polisi Militer sampai pangkat Kapten. Pada usia 37 tahun di bulan Juni 1950 beliau digiring ke Jakarta dan dipenjara karena dituduh mensponsori gerakan DI (Darul Islam) di Aceh bersama TK. Daud Bereuh. Keluar dari penjara, beliau mendapat relasi, kemudian dengan bekal ilmu yang dimilikinya beliau alih profesi dengan membuka PTDI ini. Lembaga ini didirikan dengan fungsi sebagai lembaga yang terkonsentrasi kepada kegiatan pengkaderan untuk melahirkan mujahid-mujahid da`wah yang istiqomah. Dengan berpedoman diatas manhaj dan i`tiqod Ahlush Shunnah Wal Jama`ah dan diisi dengan pemahaman Islam yang kaffah, serta berpegang teguh kepada al-Qur`an dan as-Sunnah, alhamdulillah lembaga ini bertahan hingga kini hampir setengah abad (48 tahun). Dinamika PTDI dipenuhi dengan dinamika perjuangan Islam dan itulah dinamika diri beliau sebagai pendiri, derita dan suksesnya PTDI adalah derita dan suksesnya beliau. Yang pasti, sepanjang hidup beliau, kerja da`wah dan jihad adalah prioritas dari segenap aktivitasnya. Banyak pesan dan wasiat yang beliau sampaikan kepada jama`ah dan mahasiswanya, yang populer dari pesan beliau "Kalian adalah opsir-opsir Allah, maka harus tahu apa tanggung jawab kalian" Beliau wafat pada usia 83 tahun (1996) dengan warisan lembaga perjuangan PTDI ini untuk dilanjutkan oleh kita semua. "Yaa Alloh, jangan Engkau hilangkan atas kami ganjaran karenanya, dan janganlah Engkau berikan fitnah atas kami setelah sepeninggalannya, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosanya"
close
close