Loading...

Minggu, 20 Agustus 2017

Keluhkan Penyakit, Pelatihan Bekam dan Yumeiho Digelar

JAKARTA -- Pegal-pegal, pusing, masuk angin, asam urat, kolestrol, dan gula menjadi temuan diagnosa Senat Mahasiswa STAI-PTDII ketika berbincang-bincang dengan masyarakat di sekitar wilayah kampus.

Merespon hal tersebut, Senat Mahasiswa dan HMJ MES (himpunan mahasiswa jurusan muamalah ekonomi syariah) mengadakan pelatihan Tibbun Nabawi yaitu Bekam dan Yumeiho di STAI PTDII Jakarta Utara untuk masyarakat dan DKM se-Jakarta Utara.

"Kami berharap semua masyarakat muslim sehat dan di mulai dari sendiri, tetapi tidak boleh bangga dengan obat yang ada. Sebab, di dalam Al-Qur'an, faidza maridtu fahua yasfin," papar Ketua Yayasan Al Oesmaniyah PTDI KH. Sayid Hamidan, Lc, kepada Jurnalis PTDI, Ahad (20/8).

Dalam kesempatan sama, instruktur pelatihan Firman Santoso menuturkan, pelatihan Yumeiho adalah cara efektif untuk menghadapi resiko penyakit yang datang tiba-tiba tanpa ada gejala awal.

"Nantinya saudara-saudara dapat langsung mempraktekan kepada teman atau tetangganya, ini sangat membantu dan praktis," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, 70 peserta hadir dari berbagai wilayah dan mengikuti acara dengan antusias hingga selesai. Yudi (24) peserta dari Warakas mengapresiasi kegiatan tersebut dan baru pertama kali mendapatkan pelatihan Yumeiho di STAI PTDII.

"Pelatihan Tibbun Nabawi sangat membantu untuk menjaga sunnah rasul yang hampir tiada, sekaligus bisa menambah generasi baru buat  meneruskan. Semoga menjadi tambah ilmu dan wawasan," katanya.

Puket III bidang kemahasiswaan Qudsi menambahkan, tujuan pelatihan tersebut agar umat islam lebih memahami pengobatan yang pernah dilakukan di zaman Rasulullah.

"Sehingga ada kebanggaan dalam menjalankan sunnah," imbuhnya.

Untuk diketahui, pekan depan Ahad (27/8), Senat PTDII kembali menggelar peningkatkan skill dan kompetisi edukatif. Yaitu diskusi public tentang Remaja Islam. Diskusi ini menghadirkan penulis buku "Anak muda keren Akhir Zaman" Ustadzah Hardita Amalia, M.Pd.I dan konsultan anak Ustadzah Anik Retnowati, M.Pd.I.

Reporter : Suaebah
Redaktur: Zuhdi
close
close