Loading...

Minggu, 13 Agustus 2017

Kualitas SDM, Kunci Kemajuan Bangsa

Qudsi Ahmad, M.Pd.I - Perguruan Tinggi merupakan lembaga Pendidikan Formal dalam mengemban amanah menciptakan masyarakat akademik yang cakap ilmu, menjadi agen perubahan (agent of change) dan pengontrol kestabilan sosial di masyarakat (agent of control social). Perguruan Tinggi juga secara formal merupakan pendidikan lanjutan yang mempunyai perbedaan cukup mendasar dengan pendidikan formal sebelumnya yaitu pendidikan menengah.

"Perbedaan proses pembelajaran antara Perguruan Tinggi dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ini, sejak dini harus diperkenalkan kepada mahasiswa baru. Perbedaan tersebut dari Teacher Center Learned ke Student Center Learned. Perbedaan tersebut tentunya memerlukan adaptasi terhadap lingkungan dan budaya baru yang ditempatinya, termasuk perbedaan lingkungan sosial antara desa dan kota, antara kota kecil dan kota besar ataupun antara pesantren dan umum," kata Pembantu Ketua III (Puket III) Qudsi Ahmad, M.Pd.I kepada jurnalis STAI PTDII saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (12/8).

Artinya, lanjut pembina Senat Mahasiswa STAI PTDII ini, kemajuan suatu bangsa bukan hanya ditentukan oleh kekayaan Sumber Daya Alam (Natural Resources), tetapi lebih kepada kekayaan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Human Resources).

"Pemuda Indonesia khususnya mahasiswa Indonesia harus dibekali dengan kemampuan Hard Skill dan Soft Skill. Melihat kondisi ini perlu rasanya mengangkat suatu kegiatan yang bisa menjawab permasalahan tersebut. Kegiatan berupa peningkatan skill, kapasitas dan integritas yang di kelola oleh Senat Mahasiswa (SEMA)dan BPM (Badan Perwakilan Mahasiswa) merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyongsong dan mempersiapkan perubahan masa depan yang lebih baik," saran Puket III tersebut.

Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan merupakan pioneer dan tonggak dari sebuah perubahan. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang merubah wajah dunia nantinya. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mampu berpikir kritis dalam merespon persoalan umat dan kebangsaan.

"Mahasiswa sebagai generasi muda Islam perlu mempersiapkan diri menjadi lebih matang sebagai kelompok tersendiri, sehingga punya kualifikasi yang diharapkan, wawasan luas dan kualitas yang mumpuni dalam rangka menghadapi tantangan zaman. Mahasiswa harus mempunyai wadah aktualisasi diri sebagai tempat pengembangan potensi yang menjadi stimulus peningkatan kualitas dan jaringan untuk bekal di masa yang akan datang," pungkasnya.

Reporter: A. Rohman
Redaktur: Zuhdi
close
close