SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Jumat, 11 September 2020

Ini Manfaat yang Kamu Dapatkan dari Penyusunan Skripsi

 


Sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar akademik, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (STAI-PTDII) diwajibkan menyusun skripsi. Pada tahap akhir, skripsi yang dibuat akan di ‘kuliti’ oleh empat penguji, salah satunya Ketua STAI-PTDII, Syifa Awalia M.M.



Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STAI-PTDII, Ustaz Mastori menyampaikan, dalam mencetak sarjana unggul dan maju, salah satu kompetensi yang diharapkan adalah mahasiswa mampu membuat karya ilmiah. Karya ilmiah tertinggi, kata dia, di Perguruan Tinggi adalah skripsi.



“Maka, untuk bisa menulis skripsi harus diawali dengan proposal, untuk bisa menulis proposal harus mengikuti mata kuliah metodologi penulisan, dan seterusnya. Dengan penulisan proposal, mahasiswa mampu merekonstruksi pemikiran-pemikirannya dengan metodologi ilmiah,” kata Mastori, di sela-sela pengujian proposal skripsi di gedung STAI-PTDII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/9).



“Dan, ini yang menjadi perbedaan dengan orang-orang yang tidak kuliah. Walaupun secara pemikiran bisa jadi sama, tapi orang kuliah bisa merekonstruksi kerangka berpikir secara terstruktur,” lanjutnya.



Apalagi saat ini, menurut dosen Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), informasi hoaks sangat tidak terkontrol di media sosial. Mahasiswa sebagai agen perubahan, diharapkan mampu meng-counter disinformasi yang berkembang.



“Artinya, mahasiswa juga harus mampu menyampaikan fakta ilmiah dengan teori yang kuat, sehingga produk pemikiran yang keluar ke publik sudah teruji kebenarannya, minimal benar secara ilmiah. Karena kebenaran ilmiah juga belum teruji dengan kebenaran agama,” tuturnya.



Mastori menyampaikan, dari tiga jurusan kuliah di STAI-PTDII, seperti Pendidikan Agama Islam (PAI), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES) masing-masing memiliki isu relevan yang dapat dituangkan ke dalam skripsi. Jurusan PAI, misalnya, dapat menyusun penelitian terkait metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang saat ini digunakan di seluruh satuan pendidikan.



“Jurusan KPI, bagaimana mengembangkan dakwah seiring pesatnya teknologi informasi (TI). Ini penting jadi fokus penelitian dan perhatian mahasiswa, apalagi mahasiswa kita senang dengan penelitian lapangan, ini akan menjadi lebih linear, baik dari aspek pemikiran dan perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

close
close