SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Selasa, 15 September 2020

Karmuji Abu Safar: Ujian Komprehensif Asah Daya Literasi Mahasiswa

 


Dalam rangka menyelesaikan rangkaian tugas akhir, mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian komprehensif. Pada ujian ini, mahasiswa harus mampu menjawab dan memberikan analisa mendalam terkait materi kuliah sejak semester awal.



Pembantu Ketua Tiga Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Dakwah Islam (STAI-PTDII), Karmuji Abu Safar menuturkan, ujian ini wajib dan penting diikuti mahasiswa semester akhir. “Tujuan awalnya adalah untuk mengevaluasi pelajaran-pelajaran dari awal hingga akhir perkuliahan dan mengukur daya literasi mahasiswa,” tutur Karmuji, saat ditemui di sela-sela ujian komprehensif di gedung STAI-PTDII, Jakarta, Selasa (15/9).



Karenanya, ia mendorong mahasiswa-mahasiswi PTDII dari tiga jurusan di antaranya Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk segera menyelesaikan dan mengikui rangkaian tugas akhir. Ini menjadi salah satu syarat kelulusan dan syarat mendapatkan gelar akademik.



“Kami juga menekankan agar mahasiswa segera menyusun proposal (skripsi)-nya. Dan, bagaimana paling tidak mahasiswa ada ikatan di dalam almamater kita untuk mensosialisasikan keunggulan dan kelebihan kampus,” katanya.



Mengenai dinamika ujian komprehensif, ia menyebutkan tidak semua peserta dapat menjawab secara komprehensif. Kendati begitu, setiap mahasiswa memiliki keunggulan dan kelebihan sendiri dari materi-materi yang diujikan.



“Seperti hafalan tahfidzh itu hampir semuanya bagus, tapi mungkin karena mereka grogi akhirnya jadi blank. Secara rata-rata, hampir semuanya baik,” ujarnya.



Ujian komprehensif menjadi nilai tambah dari nilai akademik mahasiswa secara integral. Disinilah kompetensi dan kapasitas mahasiswa terhadap penguasaan materi diuji.

 

close
close