SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Senin, 14 September 2020

Menag Minta Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas



Menteri Agama Fachrul Razi meminta agar kasus tindakan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber saat berdakwah di Lampung diusut hingga tuntas. Ia mengimbau masyarakat tetap mengedepankan kepala dingin dan menyerahkan persoalan tersebut pada aparat penegak hukum.



"Percayakan penyelesaian kasus ini pada aparat. Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi," ujarnya di Jakarta, Senin (14/9).



Lebih lanjut, dia mengatakan, penusukan itu perbuatan kriminal dan pelakunya harus ditindak secara hukum dengan adil. Menurut Fachrul, dakwah adalah kegiatan positif untuk mencerahkan masyarakat dalam menjalani kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa secara baik, damai, dan didasari semangat kerukunan. 



Keamanan terhadap aktivitas berdakwah Islam rahmatan lil alamin harus dijamin negara. Hal ini juga sejalan dengan ikhtiar dan komitmen Kemenag untuk merawat kerukunan umat beragama.



"Ajaran agama tidak membenarkan segala bentuk tindak  kekerasan, atas nama apapun dan terhadap siapapun, termasuk atas nama agama, atau terhadap penceramah agama," katanya.



Sementara, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mendukung pernyataan Menteri Koordinator Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD yang menginstruksikan agar aparat keamanan Lampung membongkar jaringan dan motif pelaku penusukan dai kondang Syekh Ali Jaber.  Ia mengatakan bahwa tindak kekerasan dan tindak penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak persatuan dan kesatuan.



"MUI meminta supaya si pelaku di proses secepatnya dan seadil-adilnya, karena kalau tidak maka dia akan sangat mengganggu ketenangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini di mana ulama yang merupakan sosok yang sangat dihormati oleh umatnya sangat terancam jiwanya," tuturnya.



Tindakan tersebut, tuturnya, mencerminkan tindakan  permusuhan terang-terangan terhadap ulama dan jelas sangat berbahaya karena akan merusak persatuan dan kesatuan serta menumbuh suburkan kecurigaan di antara sesama warga bangsa. Maka, kasus ini  harus diproses secepatnya untuk diadili secara fair dan terbuka supaya tidak menjadi bola liar. 



"MUI meminta kepada pemerintah dan para penegak hukum kalau ada jaringan yang mendukung di belakangnya, maka harus dibongkar sampai ke akar-akarnya agar tidak menyisakan kecurigaan sedikitpun juga kepada pemerintah terutama kepada para penegak hukumnya," katanya.



Mahfud meminta pelaku diadili secara adil dan penegakan hukum dilakukan secara terbuka. Ia juga meminta aparat membongkar jaringan pelaku yang mungkin ada di belakangnya.



Selain itu, Mahfud menegaskan bahwa pemerintah menjamin kebebasan ulama untuk terus berdakwah. Sejalan dengan itu, Mahfud mengintruksikan agar aparat memberikan jaminan keamanan bagi ulama saat berdakwah.



"Saya menginstruksikan agar semua aparat menjamin keamanan kepada para ulama yang berdakwah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan di era Covid-19," ungkap Mahfud.



Sebelumnya diberitakan, polisi telah menangkap pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. "Pelakunya sudah ditangkap, masih kami dalami motifnya," kata Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP David Jackson saat dihubungi, Ahad (13/9). Syekh Ali Jaber yang menderita luka tusukan di bahu kanan telah menjalani perawatan di puskesmas setempat.

close
close