SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Rabu, 02 September 2020

Rekomendasi Pelajar yang Ingin ke Mesir Harus Satu Pintu di Kemenag

 

Kementerian Agama memastikan rekomendasi santri untuk kuliah di Universitas Al-Azhar hanya melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag. Rekomendasi itu sekaligus menjadi legalitas keberangkatan calon pelajar dan mahasiswa ke Mesir.

 

 

"Kemenag sudah bekerjasama dengan Al-Azhar dalam rekrutmen pelajar  yang akan sekolah atau mahasiswa yang akan kuliah di sana. Jadi, hanya Kemenag yang berwenang mengeluarkan rekomendasi kepada para santri atau calon mahasiswa yang telah lulus seleksi," kata Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (2/9)..

 

 

Dhani menjelaskan, DItjen Pendis pernah menerbitkan Surat Edaran Nomor SE/Dj.I/PP.00.9/486/2014 tanggal 27 Februari 2014. Edaran ini mengatur tentang ketentuan untuk mendapatkan rekomendasi bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia yang melanjutkan Studi Islam ke luar negeri.

 

 

"Karenanya, masyarakat tidak boleh mudah percaya jika ada pihak menjamin belajar atau kuliah di luar negeri, termasuk Al-Azhar. Perlu ditelisik apakah proses keberangkatannya dilakukan secara prosedural, dengan rekomendasi Kemenag atau tidak," ujarnya.

 

 

Kemenag, lanjut Dhani, rutin melakukan proses seleksi masuk Universitas Al-Azhar dan itu digelar terbuka sehingga bisa diikuti seluruh santri. "Mereka yang lulus, akan mendapat rekomendasi, baik jalur beasiswa maupun mandiri," lanjutnya.

 

 

Ia menyatakan, saat ini tidak kurang dari 6000 mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Azhar. Setiap tahun, minat calon mahasiswa untuk berangkat ke Al-Azhar terus meningkat.

 

 

 

 "Karenanya, Kemenag membuat regulasi, salah satunya dengan melakukan seleksi untuk diberikan rekomendasi,” tuturnya. 

 

 

Berikut sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Agama yaitu:

1.

Mengajukan surat permohonan ke Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

2.

Melampirkan surat keterangan bahwa yang bersangkutan telah terdaftar di lembaga pendidikan luar negeri;

3.

Melampirkan surat keterangan KBRI tentang status lembaga pendidikan yang dituju.

4.

Melampirkan surat pengantar dari Kemenag tempat domisili (Kabupaten/Kota);

5.

Melampirkan biodata lengkap pemohon;

6.

Melampirkan ijazah yang telah dilegalisir dan terdaftar di Kementerian Agama atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; dan

7.

Melampirkan foto copy paspor.

 

 

 

 

close
close