SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Jumat, 09 Oktober 2020

30 Calon Wisudawan STAI-PTDII di Yudisium

 


Sejumlah 30 calon wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (STAI-PTDII) tahun akademik 2019-2020 mengikuti prosesi yudisium sarjana. Mahasiswa tersebut merupakan lulusan dari program studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).



Ketua STAI-PTDII, Syifa Awalia, mengapresiasi para sarjana muda yang berhasil melalui serangkaian kegiatan akademik dan tugas akhir. Dia berharap yudisium ini menjadi motivasi agar setiap mahasiswa terus meningkatkan karya dan prestasinya.



“Selamat kepada kalian yang hari ini mengikuti yudisium. Yudisium ini adalah ijab kabul lulusan seorang mahasiswa dari suatu perguruan tinggi, ijab kabul adalah pengesahan secara halal,” kata Syifa dalam sambutannya di kampus STAI-PTDII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/10).



“Nikah menjadi sah karena ada ijab kabul, jual beli menjadi halal karena ada ijab kabul, begitu juga legalitas S1 (sarjana satu). Kalian yang sebelumnya tidak memiliki identitas akademik, sekarang sudah sah menyandang gelar akademik,” sambungnya.



Bahkan, sakralitas acara ini, menurut Syifa, melebihi prosesi wisuda. Wisuda hanya bentuk formal seseorang mengenakan toga dan mengikuti rangkaian pengesahan lulusan sarjana.



“Bisa mengikuti wisuda itu ketika menyelesaikan semua proses kuliah sampai sidang munaqosah (skripsi). Wisuda itu hanya upacara seremonial, hakikatnya adalah ini, kalau yang sebelumnya pakai selempang, itu namanya melanggar, itu namanya nikah siri he he he,” katanya berkelakar.



“Tapi nggak apa-apa, nggak dosa. Besok-besok kasih tahu adik letingnya, selesai ujian munaqosah tapi belum yudisium, maka belum sah,” imbuhnya.



Dalam kesempatan tersebut, kandidat doktoral UIN Jakarta ini menyebutkan gelar akademik mahasiswa dari masing-masing Prodi. Di antaranya KPI, yaitu S.Sos; sementara PAI dengan S.Pd.I; dan HES, yakni SH.



“Nah, untuk HES kalau kalian mau menjadi advokat, bisa mengikuti pendidikan profesi selama satu tahun, jadi nanti bisa menjadi advokat,” ujarnya.

close
close