SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Jumat, 09 Oktober 2020

Mahasiswa Lulusan Hukum Ekonomi Syariah PTDI Berpeluang Jadi Advokat, Ini Syaratnya

 


Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (STAI-PTDII), Syifa Awalia, menyampaikan mahasiswa lulusan STAI-PTDII memiliki peluang berkarir di berbagai tempat sesuai dengan program studi (Prodi) yang dia ambil selama kuliah. Salah satunya Hukum Ekonomi Syariah (HES), dapat menjadi seorang pengacara atau advokat.



“Nah, untuk HES kalau kalian mau menjadi advokat, bisa mengikuti pendidikan profesi selama satu tahun, jadi nanti bisa menjadi advokat. Kalau mau di perbankan dan lain sebagainya pun tidak apa-apa, sesuai preferensi masing-masing,” ujar Syifa dalam sambutannya di acara Yudisium kampus STAI-PTDII, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (9/10).



Dalam kesempatan tersebut, kandidat doktoral UIN Jakarta ini menyebutkan gelar akademik mahasiswa dari masing-masing Prodi. Di antaranya Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), yaitu S.Sos; sementara Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu S.Pd.I; dan Hukum Ekonomi Syariah (HES), yakni SH.



“Dulu KPI (komunikasi penyiaran Islam) gelarnya S.Kom.I, sekarang S.Sos (sarjana sosial) karena ada perubahan,” katanya.



Syifa mengapresiasi para sarjana muda yang berhasil melalui serangkaian kegiatan akademik dan tugas akhir. Dia berharap yudisium ini menjadi motivasi agar setiap mahasiswa terus meningkatkan karya dan prestasinya.



“Selamat kepada kalian yang hari ini mengikuti yudisium. Yudisium adalah ijab kabul lulusan seorang mahasiswa dari suatu perguruan tinggi, ijab kabul adalah pengesahan secara halal,” kata Syifa.



“Nikah menjadi sah karena ada ijab kabul, jual beli menjadi halal karena ada ijab kabul, begitu juga legalitas S1 (sarjana satu). Kalian yang sebelumnya tidak memiliki identitas akademik, sekarang sudah sah menyandang gelar akademik,” sambungnya.



Bahkan, sakralitas acara ini, menurut Syifa, melebihi prosesi wisuda. Wisuda hanya bentuk formal seseorang menggunakan toga dan mengikuti rangkaian pengesahan menjadi lulusan sarjana.



“Bisa mengikuti wisuda itu ketika menyelesaikan semua proses kuliah sampai sidang munaqosah (skripsi). Wisuda itu hanya upacara seremonial, hakikatnya adalah ini (yudisium), kalau yang sebelumnya pakai selempang, itu namanya melanggar, itu namanya nikah siri,” katanya berkelakar.



“Tapi nggak apa-apa, nggak dosa. Besok-besok kasih tahu adik letingnya, selesai ujian munaqosah tapi belum yudisium, maka belum sah,” imbuhnya.



Sejumlah 30 calon wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (STAI-PTDII) tahun akademik 2019-2020 mengikuti proses yudisium sarjana. Mahasiswa tersebut merupakan lulusan dari program studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).

 

close
close