SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Sabtu, 14 November 2020

Hukum Akad Nikah Secara Online

HUKUM AKAD NIKAH SECARA ONLINE 



Kajian Subuh Masjid Al-Hidayah Cipeucang



Oleh: Wahyu Misbach, M.A.



Ahad, 15 November 2020


 



Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Agama (Kemenag) tak memberi pelayanan akad nikah baru di tengah pandemi Covid-19. Pasangan calon pengantin pun diminta tak menggelarnya secara daring atau online lewat video call.

Keputusan itu berdasarkan surat edaran Tanggal 2 April 2020 terkait protokol penanganan Covid-19 pada pelayanan kebimasislaman.

Lajnah Daimah (Malaysia) menetapkan bahwa akad nikah tidak boleh menggunakan alat komunikasi jarak jauh untuk mewujudkan Maqashid al-Syariah dan menutup celah pelanggaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Komisi Fatwa MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa bahwa akad nikah melalui telpon atau jarak jauh hukumnya sah dengan menetapkan syarat-syarat yang telah ditentukan sebelumnya.

Ketua MUI Bengkulu Prof.Dr.Rohimin juga menjelaskan bahwa akad nikah yang dilakukan melalui video call atau online asal syarat-syaratnya terpenuhi sah hukumnya

 

Pertimbangan Hukum

  1. Mudahnya orang melakukan penipuan dan meniru suara orang lain
  2. Perhatian syariat dalam menjaga kehormatan dan hubungan lawan jenis
  3. Kehati-hatian dalam masalah akad nikah lebih besar perhatiannya dibandingkan kehati-hatian dalam muamalah terkait harta

 

Imam Asy-Syatibi merumuskan maqashid syariah :

  1. Hifdzun ad-diin (Menjaga Agama)
  2. Hifdzun an-nafs (Menjaga Jiwa)
  3. Hifdzun Aql (Menjaga Akal)
  4. Hifdzun Nasl (Menjaga Keturunan)
  5. Hifdzun Maal (Menjaga Harta)

Silahkan buka versi Pdf:

close
close