SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Rabu, 23 Desember 2020

Membedakan antara Pluralitas dan Pluralisme



Pluralitas dalam kehidupan masyarakat adalah suatu keniscayaan, terlebih Indonesia diwarnai dengan kemajemukan dan heterogenitas yang tinggi dari Sabang sampai Merauke. Hal ini dikatakan alumnus magister Universitas Punjab Pakistan, Ustaz Agus Handoko saat mengisi seminar Senat Mahasiswa di kampus PTDI, Tanjung Priok, Kamis (24/12).



"Masyarakat Indonesia yang beragam ini disebut pluralitas, sementara pluralisme adalah paham atau keyakinan. Bagi kita, keyakinan tersebut adalah tauhid yang menjadi dasar fondasi akidah," ujarnya.



Lebih jauh, dosen STAI-PTDII pengampu mata kuliah ulumul Qur'an ini menerangkan bahwa misi para nabi dan Rasul diutus ke muka bumi untuk menyampaikan misi tauhid dan melarang umatnya menyembah tagut. Karenanya, kata Ustaz Agus, akidah seorang muslim adalah suatu yang prinsipil, mendasar, dan fundamental.



"Meskipun menegakkan kalimat tauhid itu berat, tetapi Allah menjanjikan pahala dan balasan yang besar. Bagaiamana kita ingat kisah Nabi Ibrahim alaihi salam yang dilemparkan ke api membara karena berhadapan dengan penguasa Raja Namrud ketika mendakwahkah tauhid," tuturnya.



Ustaz Agus mengingatkan bahwa prinsip beragama muslim adalah sejalan dan lurus dengan Surat Al-Kafirun. "Untukmu agamamu dan untuukkulah agamaku".



"Antara hak dengan bathil tidak mungkin dapat dipisahkan, teman-teman harus berani dan tegas mengatakan bahwa yang hak adalah hak, dan batil tetap batil,"  katanya.

close
close