SELAMAT DATANG MAHASISWA BARU TAHUN 2020/2021

Kamis, 24 Desember 2020

Pak Kar: Toleransi Miliki Tempat yang Tepat dan Proporsional dalam Islam



Pembantu Ketua Tiga (Puket 3) Sekolah Tinggi Agama Islam-Perguruan Tinggi Da'wah Islam Indonesia (STAI-PTDII), Karmuji Abu Safar mengapresiasi kegiatan kajian Senat Mahasiswa STAI-PTDII bertajuk 'Iman adalah Fondasi dari Sikap Toleransi' di kampus PTDI, Tanjung Priok, Kamis (24/12). Kajian ini, menurut Pak Kar, sapaan akrabnya, memberikan penguatan wawasan tauhid sebagai pilar dasar seorang muslim.



"Sebab, selama ini toleransi selalu diartikan negatif, umat Islam disebut tidak memiliki toleransi. Padahal dalam Islam toleransi memiliki tempat yang tepat dan proporsional," ujar Karmuji.



Lebih lanjut, Pak Kar mencontohkan ada suatu organisasi masyarakat (Ormas) yang keliru dalam memahami dan menempatkan toleransi. Misalnya melakukan acara keagaamaan bersama di tempat ibadah agama lain dianggap sebagai bentuk toleransi.



"Kalau bicara toleransi, umat Islam sudah sangat toleran. Ketika Rasulullah ditawai Yahudi untuk menyembah Tuhan mereka, lalu turunlah surat Al-Kafirun, artinya di dalam Islam tidak ada toleransi dalam bentuk keyakinan," tuturnya.



"Tetapi dalam hubungan manusia, Rasulullah banyak mencontohkan sikap dan bentuk toleransi. Termasuk dalam khutbahnya, Rasulullah mengatakan kepada para sahabat untuk tidak memaksa mereka masuk Islam dan mengganggu atau menyakiti mereka," imbuhnya.



Sayangnya, kata Pak Kar, masih ada saja pihak dalam Islam yang menempatkan toleransi secara berlebihan. "Mungkin ada faktor lain juga ya yang membuat mereka seperti itu," katanya.



close
close